Kamis, 20 Juni 2013

Workshop Gender Action Plan

(Pengelolaan Hutan dan DAS di Wilayah Sub DAS Besiam)

Kegiatan ini diselenggarakan oleh SCBFWM kemarin, Rabu 19 Maret 2013 dengan mengundang Biro Pemberdayaan Perempuan Setda Prov. NTT dan Dinas Kehutanan Prov NTT untuk membawakan materi. Peserta dari berbagai institusi terkait termasuk LSM atau para pemerhati DAS. Dalam kegiatan ini, SCBFWM merintis sebuah program pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan kinerja pengelolaan hutan dan fungsi DAS yang berlokasi di Sub DAS Besiam.

SCBFWM bekerja selama 5 tahun, didukung oleh UNDP dan GEF (Global Environment Facility) melalui kerja sama dengan Balai Pengelolaan DAS Noelmina-Benenain.
Lokasi Sub DAS Besiam adalah antara Kab TTS dan Kab Kupang. Untuk itu, kegiatan ini juga melibatkan pemerintah Kab TTS dan Kab Kupang.

Dalam pelaksaan pengelolaan hutan, SCBFWM menitik-beratkan pada penguatan kelembagaan. Jadi bukan bersifat proyek fisik akan tetapi penataan sosial kelembagaan dan juga peningkatan motivasi. Pemberdayaan masyarakat ini berbasis gender, yaitu meningkatkan peran laki-laki dan perempuan dalam seluruh rangkaian kegiatan pengelolaan hutan.

Workshop Gender Action Plan dibuka oleh Kepala Biro Pemberdayaan Perempuan Setda Prov NTT, Ibu Yovita Mitak. Dilanjutkan dengan presentasi dari Dinas Kehutanan Provinsi NTT yang diwakili oleh Sekretaris Dinas, Ibu Stephani. Beliau mengatakan bahwa, belum ada kelompok wanita tani yang menonjol. Peran perempuan juga masih hanya sekedar pelengkap. Seringkali perempuan terlibat dalam kelompok tani, akan tetapi terjebak dalam pekerjaan "rumah tangga" kembali, seperti menyiapkan konsumsi.

Materi dilanjutkan oleh Kepala Biro Pemberdayaan Perempuan yang diawali dengan mengenalkan para pejuang perempuan yang telah mengharumkan nama NTT. Beliau menjelaskan tentang perjuangan menuju keadilan dan kesetaraan gender, terkait dengan wacana pengarusutamaan gender di seluruh SKPD. Menyinggung program yang telah dilaksanakan oleh Departemen Kehutanan yang difasilitasi oleh dinas kehutanan ini, beliau mengatakan bahwa program seperti bisa menjadi rujukan penerapan pengarusutamaan gender pada dinas teknis.

Setelah makan siang, materi dilanjutkan dengan presentasi dari koordinator SCBFWM, Bapak Nandang, yang pada umumnya menerangkan profil lembaga SCBFWM dan kegiatan apa saja yang telah dilakukan. Session berikutnya ini ditutup oleh presentasi dari pelaksana lapang Gender Action Plan, Bapak Yandri.

Powered by Telkomsel BlackBerry®




0 komentar:

Posting Komentar