Rabu, 06 November 2013
Kepala Bappeda Prov. NTT Minta Masyarakat Berperan dalam Pengelolaan Tata Ruang Sejak Perencanaan
Kepala Bappeda Prov NTT, I Wayan Darmawa, mewakili Gubernur NTT memberikan materi pada kegiatan diskusi Hari Tata Ruang pada 6 November 2013 di Hotel Grand Mutiara Kupang. Beliau membawakan satu dari 4 materi pada kegiatan ini, dengan judul "Kebijakan Sumber Daya Air Berbasis Tata Ruang di NTT". Dalam materinya dikatakan bahwa, sebuah tahapan pembangunan SDA selalu melalui tahapan yang panjang, yaitu; konsultasi publik, survei, investigasi, dan perencanaan, serta berdasarkan kelayakan teknis, lingkungan hidup dan ekonomi. Demikian pula tahapan yang dilalui dalam rencana pembangunan Bendungan Kolhua. Beliau menyayangkan mengapa ketika sudah pada tahapan konstruksi masyarakat baru bereaksi.
Sebelum ke tahap konstruksi, dalam perencanaan pembangunan Bendungan Kolhua tentunya telah dilakukan studi yang cukup panjang. Tidak mungkin pemerintah Pusat akan menyetujui jika tahapan-tahapan tersebut belum dilalui. Munculnya besaran nilai proyek pembangunan Bendungan Kolhua itu juga merupakan salah satu output dari studi-studi tersebut. Disamping itu, selama proses studi juga melalui berbagai konsultasi publik. Sosialisasi juga dilakukan dalam berbagai kesempatan termasuk mempublikasikan maket Bendungan Kolhua.
I Wayan Darmawa mengharapkan agar masyarakat berperan dalam pengelolaan tata ruang sejak tahap perencanaan. Selama ini masyarakat kurang menunjukkan perhatian terhadap kebijakan tata ruang. Salah satu indikasi adalah Perda tentang Tata Ruang Wilayah NTT yang sudah ditetapkan sejak tahun 2011 namun kurang diakses masyarakat. Bahkan file juga disediakan di website Bappeda NTT namun tidak banyak yang mengunduh. Beliau mengharapkan agar ke depan komunikasi yang baik bisa dibangun sehingga pembangunan bisa berjalan dengan baik karena semua pihak konsisten.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar