Sabtu, 04 Agustus 2012

Pemetaan Sawah - Kupang Soe

 
Proyek pemetaan lahan ini diawali dari pengadaan citra satelit. Untuk wilayah Bali Nusra, pekerjaan dilaksanakan oleh Bumi Prasaja dari Bandung. Gambar disamping adalah pengikatan base point dari Badan Pertanahan Nasional sebagai acuan titik-titik lain. Pengikatan dilakukan dengan GPS geodetik yang dicatat secara otomatis selama 1 s/d 1,5 jam. Data yang terekam akan berjumlah ribuan data, kemudian diolah sehingga mendapatkan koordinat yang lebih detil dan akurat.

Interpretasi cita satelit merupakan persoalan tersendiri karena tidak mudah menentukan apakah lahan tersebut sawah atau bukan. Permasalahannya adalah, belum tentu citra yang terlihat seperti tanah tandus adalah bukan sawah, karena tergantung dari jenis sawahnya. Boleh jadi, lahan tersebut adalah sawah tadah hujan dan ketika pengambilan citra satelit adalah pada bulan yang kering. Sehingga perlu dipelajari citra satelit tersebut diambil pada bulan apa, dan perlu diambil beberapa contoh kesesuaian antara citra dan kondisi lapang sebenarnya. Jika sudah bisa dikorelasikan, maka selanjutnya penentuan jenis lahan sesuai citra dapat dilakukan.
Disamping mengecek kondisi lahan sebenarnya, penting juga untuk mendapatkan informasi dari penduduk setempat. Inilah yang dinamakan Local Knowledge. Meliputi bagaimana pola tanam, jenis tanaman, dan produktivitas.
Tim supervisi sudah sampai di Kecamatan Kie dan mobil tidak sanggup lagi melanjutkan perjalanan karena kondisi jalan. Disamping itu, waktu juga akan butuh lebih lama jika terus menggunakan mobil yang harus hati-hati memilih jalan. Diputuskan untuk menyewa motor dari tukang ojek. Tiga motor disewa dan 1 orang pengemudi ojek diminta untuk menyertai tim.
Sampai pada sebuah pertigaan, dan belum bisa menentukan dimana arah yang harus dituju. Setelah tanya ke penduduk setempat, arah ke kanan adalah Oebibi dan ke kiri adalah Oebeti.
Ini adalah lokasi yang hampir ujung dari petualangan, karena medan selanjutnya sangat sulit. Tim hampir putus asa karena seorang anggota tim sempat terjatuh dari sepeda hingga tiga kali. Sangat disayangkan jika tim mau mundur, karena perjalanan sudah sangat panjang, dan diprediksi, lokasi target sudah tidak jauh lagi.

Akhir dari petualangan dan pelaksanaan tugas supervisi, sempat diri untuk narsis. Pak Sumaryono menyebut ini adalah Pantai Miami Timor.

0 komentar:

Posting Komentar